Background

Jumat, 09 September 2016

KSF Cireng 3

Pertemuan KSF Cireng 3

Setelah berminggu minggu menghilang, akhirnya KSF Cireng diadakan kembali. 
KSF kali ini membahas motivasi OJT 13 apakah masih ada atau sudah pudar seiring waktu yang terus berjalan. 

Kemudian berlanjut ke sesi tanya jawab yang cenderung curhat antara Bu Rima dengan para siswa OJT13. Bu Rima juga memompa kembali semangat OJT 13 agar lebih semangat dalam mengerjakan TS dan PA.

Diakhir sesi diadakan pendataan untuk judul TS dan PA dari masing-masing siswa OJT 13.

Terakhir setelah closing diadakan sesi foto bersama.











Semangat CIRATA !!

Kamis, 08 September 2016

KSF Cireng 4

Kamis, 8 September 2016

KSF Cireng 4

Setelah sekian lama vakum dikarenakan jadwal padat dari pihak SDM, maka hari ini digulirkan kembali KSF Cireng edisi 4.

Dimulai dengan Bunda Rima yang memberikan motivasi mengenai budaya membaca via filosofi Bapak Anis Baswedan. Kemudian pembahasan mengenai, jangan menjadi seseorang yang biasa saja, harus menargetkan diri kita sendiri untuk over the limit. 

Hingga akhirnya kita mempersiapkan diri untuk KSF Marathon persiapan ujian OJT bulan oktober mendatang.

Sesi SKF kali ni ditutup oleh performance dari 3 OJT yang memaparkan TS dari masing masing.



Penampilan saudara Rumijo Joy


Penampilan saudara Reymond







Ritual Closing. Foto Bareng 

Station Service Transformer

Station Transformator (STR) pada umumnya berfungsi menaikkan tegangan dari 16.5 kV menjadi 20kV. Tegangan 20 kV ini disalurkan menuju Housing Transformator (HTR) digunakan untuk suplai tegangan peralatan di unit pembangkit, dam control centre dan switchyard.
STR berada di Power House (PH)  berjumlah 4 buah. STR 1&2 yang befungsi menyuplai daya ke line A dan line B, serta STR 3&4 yang berfungsi menyuplai daya ke line C dan line D.

Saat STR dilakukan pemeliharaan, maka Disconnecting Switch (DS) harus difungsikan terlebih dahulu. DS berfungsi untuk memisahkan antara bagian saluran yang bertegangan dengan yang tidak bertegangan. Saat DS difungsikan keadaan harus tidak berbeban.

Gambar diatas merupakan gambar pisau DS. Pisau ini yang digerakkan terbuka atau tertutup secara manual dengan memutar tuas engkol. Untuk lubang support joint tuas berada dibagian belakang kubikel DS STR.
Saat ini tidak bisa memantau posisi pisau DS dikarenakan tidak ada celah atau daerah untuk mengawasi pisau DS. Maka dari itu saya menyarankan untuk membuat sigthglass untuk mengawasi posisi pisau DS. Sightglass ini terbuat dari acrylic dan berada di bagian atas kubikel DS STR.

Gambar kubikel  sebelum ada sightglass


Gambar kubikel  sesudah ada sightglass

Rabu, 07 September 2016

Dewatering System Cirata

  • Definisi

Dewatering merupakan peralatan yang digunakan untuk mengambil / mengeluarkan air yang tergenang di saluran draft rube. Motor dewatering digunakan saat ada kegiatan perbaikan ataupun overhaul di area draft tube.
Cara kerja dewatering adalah sebagai berikut, pertama-tama inlet valve ditutup. Kemudian motor dewatering dinyalakan sehingga air yang tergenang di draft tube dihisap oleh motor pompa dewatering melalui pipa yang sudah terpasang. Air yang dihisap oleh motor pompa dewatering disalurkan menuju water treatment tank sebelum dibuang menuju sungai Citarum . Saat air sudah tidak ada lagi, motor pompa dewatering dimatikan.

  • Motor Dewatering

Dalam proses kerjanya deatering memerlukan peralatan pendukung yang handal. Salah satu peralatan pendukung itu adalah Motor Dewatering. Motor dewatering berfungsi menghisap air yang tergenang di draft tube.

Dua unit pembangkit menggunakan 2 buah motor dewatering dengan spesifikasi yang sama. Keduanya bias bekerja Redundant maupun bekerja bersamaan (sesuai kebutuhan). 






Senin, 20 Juni 2016

KSF cireng pertemuan 2

PJB WAY

PJB Way: Tekad, sikap, dan perilaku yang melekat di seluruh Insan PJB dalam melaksanakan Misi untuk mencapai Visi.

PJB Way: Satu tekad, Lima Sikap dan Sebelas Perilaku.

Satu tekad untuk mencapai tujuan menjadi: Produsen Listrik Terpercaya Kini dan Mendatang
Lima sikap dalam bentuk Tata Nilai Inti: Integritas, Keunggulan, Kerjasama, Pelayanan, dan Sadar Lingkungan.

Sebelas Perilaku dengan elemen-elemen: Kepemimpinan yang visioner, Keunggulan menurut Pelanggan, Pembelajaran Perorangan dan Perusahaan, Menghargai tenaga Kerja dan Mitra, Kegesitan, Fokus pada masa depan, Mengelola Inovasi, Manajemen berdasarkan fakta, Pertanggungjawaban Kemasyarakatan, Fokus pada Hasil dan Penciptaan Nilai, dan Perspektif Kesisteman.

Visi PJB: Menjadi Perusahaan Pembangkit Tenaga Listrik Indonesia Yang Terkemuka Dengan Standar Kelas Dunia
Menjadi Perusahaan Pembangkit Tenaga Listrik Indonesia mengandung arti bahwa PJB bergerak dalam bisnis pembangkitan tenaga listrik di Indonesia dengan lini produk yang secara nyata disajikan dalam bentuk keragaman produk jasa
Terkemuka Dengan Standar kelas Dunia mengandung arti bahwa PJB berupaya untuk menempatkan diri sebagai perusahaan pembangkit tenaga listrik yang berpengaruh di kawasan Jawa bali, yang kemudian akan berlanjut ke kawasan Indonesia lainnya.

Misi PJB: Memproduksi tenaga listrik yang handal dan berdaya saing, Meningkatkan kinerja secara berkelanjutan melalui implementasi tata kelola pembangkitan dan sinergi bussiness partner dengan metode best practice dan ramah lingkungan, Mengembangkan kapasitas dan kapabilitas SDM yang mempunyai kompetensi teknik dan manajerial yang unggul serta berwawasan bisnis.

Memproduksi tenaga listrik yang handal dan berdaya saing, artinya PJB menjamin bahwa pelanggan akan mendapatkan layanan terbaik, berupa kemudahan, mutu produk, dengan harga yang kompetitif.

Meningkatkan kinerja secara berkelanjutan, artinya PJB mengelola bisnis melalui praktik-praktik terbaik dengan mengoptimalkan SDM yang unggul, penggunaan teknologi yang kompetitif, serta membangunkemitraan yang menguntungkan secara timbal balik dan saling mendukung secara sinergis.

Implementasi tata kelola unit pembangkitan artinya PJB mengelola unit pembangkit dengan baik, dengan lebih efisien sehingga mengahsilkan rupiah per kWh rendah, yang berujung pada peningkatan pendapatan.

Sinergi business partner, artinya PJB mengakui peran penting yang dimainkan mitra bisnis dalam sistem kerja, proses inovasi, dan supply chain management sehingga dalam hubungan kemitraannya perlu bersinergi untuk mencapai tujuan bersama.

Metode best practices, artinya PJB melakukan pengelolaan unit pembangkitan berdasarkan prinsip-prinsip pengelolaan aset yang benar melalui implementasi AOP
Ramah lingkungan, artinya PJB memperhitungkan kemungkinan dampak negatif produk, layanan, dan operasi secara konsiten dengan melaksanakan AMDAL melalui penerapan RPL dan RKL, Sistem Manajemen ISO 14001, dan penerapan persyaratan PROPER untuk menekan tingkat pencemaran.

Kapasitas dan Kapabilitas SDM yang unggul, artinya menjadikan Insan PJB sangat berharga bagi perusahaan, baik dalam jumlah maupun kemampuannya guna memberikan kontribusi untuk menghasilkan pendapatan melalui kompetensi teknik, kompetensi manajerial, dan wawasan bisnis.

Kompetensi Inti PJB: Kemampuan membangun dan mengimplementasikan proses bisnis O dan M pembangkitan yang best practice dan mengacu standar kelas dunia.

Visi PJB: Menjadi perusahaan pembangkit tenaga listrik Indonesia yang terkemuka dengan standar kelas dunia.



Strength and Weakness

Setiap manusia pasti memiliki kelebihan dan kemudahan. Sama halnya dengan saya. Berikut akan saya sebutkan beberapa kelebihan dan kekurangan saya

Strength:
1 Supel
Mudah bergaul. Menurut saya ini sifat yang penting bagi kehidupan seseorang. Pada hakekatnya manusia adalah makhluk sosial, jadi hampir dipastikan saling membutuhkan dengan orang lain.
2 Suka mencoba hal-hal baru
Hal ini membuat saya mempunyai cukup banyak wawasan.

Weakness
1 Malas
Bawaan dari bangku sekolah. Sudah saya sadari namun belum bisa mengatasinya dengan baik.
2 Menunda pekerjaan
Turunan dari kemalasan. Membuat saya sering kelabakan mengerjakan pekrjaan di ujung deadline.



KSF 17 Juni 2016

Materi SIX SIGMA tidak bisa disajikan pada kesempatan kali ini dikarenakan pemateri (Bapak Lutfi) sedang dalam dinas pekerjaan.
Jadi Ibu Diah Karima mengisi KSF dengan sharing mengenai pengenalan personal OJT 13 lebih mendalam.

KSF Cireng Pertemuan 1

CFLEP

CFLEP merupakan singkatan dari Cirata Future Leadership Excellent Program. CFLEP merupaka program dari divisi Sumber Daya Manusia (SDM) UP Cirata untuk memajukan kualitas dari SDM UP Cirata sendiri agar lebih kompetitif di lingkungan PJB khususnya, dan PLN pada umumnya.
CFLEP diprakarsai oleh Ibu Diah Karima. Salah satu materi CFLEP adalah SIX SIGMA 





SIX SIGMA 

SIX SIGMA adalah salah satu metode untuk:
- memperbaiki proses
- memperbaiki dokumentasi
- memperkecil deviasi

SIX SIGMA sesuai namanya terdiri dari:
1. DEFINE
2. MEASURE
3. ANALYZE
4. IMPROVE
5. CONTROL



MARHABAN YAA RAMADHAN

Alhamdulillah tahun ini saya masih dipertemukan dengan bulan Ramadhan yang penuh berkah. Pada Ramadhan kali ini saya berada di daerah Cirata. Merasakan suasana baru dengan pekerjaan baru. Semoga bisa tetap istiqomah menjalankan ibadah sembari bekerja. Bertemu dengan teman-teman baru yang memperkaya wawasan saya akan kehidupan. 
Semangat RAMADHAN!!